Hem……hari ini saat ak menulis untuk menuangkan curahan hati (minggu pukul 1.39 pagi) karena tak tau harus mengungkapkan kepada siapa, hanya lewat tulisan ini yang bisa ku lakukan.
Ya, kemarin tepat 1 jam 30 menit lalu sejak dibuatnya ini artikel, baru saja datang dari sebuah pelabuhan yang sangat bersejarah dulunya di kotaku yang kecil tapi menyimpan sejuta kenangan dalam hidupku ini. Ya, tempat yang sangat cocok untuk intropeksi, koreksi diri, melihat segala sesuatu yang telah terjadi sebelumnya, mengingat segala kenangan indah, kesalah dan hal-hal yang pernah iya lakukan karena kesalahan dan keraguanku.
Sangat pas sekali tempatnya. ketika ku terduduk disana sekitar jam setengah sebelas sabtu malam, masih ku rasakan dia berada disampingku menemaniku seperti yang terjadi ketika sore saat matahari tenggal ketemu dengannya untuk mengungkapkan rasa yang ada di dalam lubuk hati ini. Segala curahan ku keluarkan dan ungkapkan kepadanya, begitu pula dengannya. Aku lega dan sadar akan kesalahanku dulu. akan sikap dan perbuatanku dulu yang mungkin ga semua orang bisa sekuat dan seperti dirinya. Dan ak sadari bahwa dia trauma dengan hal itu, sehingga takut hal itu selalu menghantuinya saat terlalu dekat denganku.
iya ak sadari itu. dan ak tau apa yang kamu rasakan. Ak tau bahwa alasan yang ia katakan tadi tak bisa ak utarakan maksud hati. Ak tak bisa mengungkapkan kata-kata. karena ak tak mampu mengungkapkan segala yang ada dipikiran dan dibenak. karena ak rasakan bahwa ak salah dan mungkin tak pantas ku bersikap demikian.
Dari percakapan tadi sore dan 2 hari lalu saat malam ketika ku telp, ak telah mengerti, bahwa ak tak punya sesuatu yang istimewa kepadanya. Tak punya hak yang sama seperti dulu. Dan sejak setelah pertemuan kemarin sore berdua ketika matahari telah tengggelam ak mencoba untuk mengikhlaskan, menerima dan menghargai segala yang ia rasakan. Dan ku tulus untuk melakukannya.
Setelah pertemua kemarin sore, kemarin malamnya yaitu tepat pukul 8 malam setelah ku selesai sembahyang dirumah, ku menjemputnya disebuah rumah kos adik temnnya sewaktu duduk di bangku kuliah. Ku jemput dia untuk mengajaknya keluar yang mungkin malam terakhir ku bisa keluar dengannya.
sebelum meluncur ke kos itu, ku belikan es krim 3 batang (untukku, dia dan temannya) dengan maksud sebelum kita keluar kita makan itu bareng2 ber3. tapi sampai disana ternyata temannya duluan keluar, jadilah kita keluar dengan eskrim masih terbungkus keresek putih dengan merek toko tempat ku beli eskrim itu. saat dijalan, ia mengatakan sangat lapar, dan ku menanyakan mau makan apa, dy bilang nasi. karena dy juga bilang perutnya mules karena sejk kemarin dan sampai tadi sore makan yang pedes2.
meluncurlah ak ke sebuah warung makan yang mungkin setiap malam minggu ramai dikunjungi. Ya….ak senang bercampur sedih,iklash, dan mencoba memahaminya. pokoknya campur aduk. tapi perasaanku yang paling kuat saat itu adalah rasa senang. karena sejak awal kita bertemua sampai setelah 7 tahun lebih ku tak pernah mengajaknya makan ditempat yang bersih dengan meja tertata rapi dan suasana tenang. Karena sejak dulu, ku ajak dia makan palingan nyari bakso atau sate di senggol, atau lalapa di pinggir jalan. Ya itulah ungkapan rasa senangku kepadanya. selain mengajaknya makan disana, ak dulu janji untuk membelikannya eskrim yang lagi hotnya saat ini. tapi belum kami makan dan masih berada rapi di keresek putih tadi.
kami makan dengan hidangn yang lumayan cukup lengkap yang membuat perut penuh juga. ak makan dengan senang karena akhirnya ku bisa mengajaknya makan bareng akibat kemarin ketika ku pergi ke kotanya tak jadi makan bareng d luar. Setelah selesai makan, dy memintaku untuk mengantarkannya membeli pulsa biar bisa menghubungi temannya. dan sekemudian itu, saya mengajaknya ke salah satu taman di pusat kota yang setiap malam pergantian minggu selalu dikunjungi oleh remaja, dan keluarga. kami mengambil tempat dudul di padang hijau dekat dengan lampu penerangan yang didepan kami ada seorang ibu dan bapak dengan anaknya. kami duduk disana. ak menawarkan eskrim yang masih terbungkus rapi di keresek dengan jumlah 3 batang kepadanya. ak pilihkan eskrim yang masih kaku, karena ada salah satu eskrim yang sudah encer. tapi dy bilang sudah kenyang. dan menyuruhku memakan itu dan bareng2 dengannya. ya ak turuti saja. ak buka sebuah eskrim dan berbagi makan eskrim itu. tapi malah ak yang paling banyak makan…dasar kuat makan (katanya dia enek dengan isian eskrimnya).
Ya makan eskrim sambil cerita2 masalah kluargaku dan ortuku. waktu makin malam dan kulihat jam tangan udah jam 10 malem. ku liat dia sudah mulai mengantuk dan merasakan kedinginan, ku ajak dya kembali ke kos temennya. disana ku sempat duduk di sebuah Bale namanya Bale bengong.
Saat itu dya berkata kepadaku :”tunggu ya disini, ak mau ke WC”. ak bilang iya. dy pergi ke WC kamar temen adknya. dan HPnya diletakkan berada disampingku. (ini sengaja atau tidak ak tak tau). ak mencoba membuka hape itu untuk membaca SMSnya. dan ada SMS seorang co yang dulu pernah dya ceritakan kepadaku. dya menceritakan bahwa dy punya kenala waktu SD dan baru kenal dan deket saat dya telah berada dirumahnya dan setelah terjadi masalah denganku. Y dya cerita itu ak biasa saja. sampai dia cerita diajak maen keliling ke tempat yang menurutku romantis (karena aku jarang mengajaknya kesana) .Y dari candle light diner lah, maen ke gianyar, maen ke tempat makan cepat saji, jalan kemana yang laen yang ku tak tau dmn tempat itu. dari cerita itu, Jujur ku merasa minder dan patah arang. sedih campur mencoba untuk menerima. dan saat ak baca sms itu, sms dari awal dia ke kotaku sampe kemarin siang, ku baca. ya ada beberapa SMS darinya.
walau sedikit tapi, apa yang dibicarakannya begitu akrab dan klik. Itu dari pandangan perasaanku saja mungkin. ak tak tau seperti apa yang ia rasakan. sampai dia turun ke bale bengong, ku masih mebacanya. dia mencoba mengambil tp ku menolak. dan membaca sekilas kemudian mengembalikannya dengan perasaan YA SUDAHLAH. Perasaan yang menunjukkan bukan sebuah kepasrahan, tapi sebuah perasaan yang ikhlas, memberikan waktu kepadanya, memberikan kesempatan dan perasaan yang tak bisa mengungkapkan dengan apa dan EMANG BENAR-BENAR SANGAT SULIT KU UNGKAPKAN DENGANNYA.
ak mencoba untuk biasa-biasa saja seolah tak kurasakan apa2. tapi didalam hatiku benar2 bergejolak. ak berpikir dengan kondisiku dan kondisi dia yang bergejolak dengan rasa cemburu, sedih dan tak bisa berbuat apa-apa.
Kami sejjenak saling berpandang-pandangan. ku menatapnya dengan sorotan yang menurutku penuh arti. dan sepertinya dya juga dari sorot matanya ingin mengungkapkan sesuatu tapi tak bisa ia ungkapkan. BENAR-BENAR AKHIR PERTEMUAN MALAM YANG SEDIH DAN MENGHARUKAN. sampai akhirnya dy bilang “pulang mu, udah malem, kasian ntar dirumah ga ada siapa.” ya ak dengan perasaan ikhlas dan sedikit menolak bergegas mengambil helm dan berlangkah pelan menuju motorku.
ak bilang :”ya inget doa, ka pulang dulu”. sambil senyum ku menekan tombol start motorku. bergegas keluar dari rumah itu dengan perasaan dan padangan kosong. ku menuju ke arah pelabuhan tempat kita sore kemarin bertemu.
Disana ku intropeksi diri dengan perasaan sedih, mencoba menerima apa yang sudah ak perbuat, menyalahi sikapku yang selalu ragu, ,menyalahi sikapku yang tak bisa tegas dan bingung. mengenang semua kejadian yang telah kita lewati selam kurang dari 6 tahun. membayangkan semua yang pernah dya ceritakan kepadaku. sangat sedih. TAPI KU BERUSAHA TEGAR. sampai jarum jam di tanganku menunjukkan pukul 12 malam.
ak berpikir lebih baik pulang. kasian bapak dan ibuku menungguku. ak pulang dengan rasa yang sampai saat ku menulis ini berat yang ada di dalam dadaku dan perasaanku.
sedih tapi ku ga ingin menyakitinya lagi. AK INGIN DIA BAHAGIAN DAN SELALU TERSENYUM DAN KU MELIHAT DIA BAIK-BAIK SAJA DIDALAM SENYUMNYA YANG MANIS. yah WHEN I SEE U SMILE, EVRYTHING ALL’SRINGHT………
AK SAYANG KAMU. DAN MENCOBA BERBUAT YANG TERBAIK UNTUK MU DAN UNTUK KU. UNTUK KITA.